Apakah yang dimaksud dengan Fibrilasi Atrium?

Fibrilasi Atrium atau juga dikenal dengan sebutan FA merupakan bentuk gangguan irama jantung, yang sering disebut aritmia, yang paling umum ditemui di duniai. Ketidakteraturan denyut jantung (aritmia) yang berbahaya ini menyebabkan ruang atas jantung (atrium), bergetar dan tidak berdenyut sebagaimana mestinya, sehingga darah tidak terpompa sepenuhnya, yang pada gilirannya dapat menyebabkan pengumpulan dan penggumpalan darah. Gumpalan ini dapat terbawa sampai ke otak, menyumbat pembuluh arteri, dan mengganggu pasokan darah ke otak. Situasi ini seringkali menjadi awal dari serangan stroke yang gawat dan mematikanii,iii. FA meningkatkan kemungkinan terjadinya serangan stroke iskemik (stroke akibat penyumbatan pembuluh darah) sampai dengan 500% yang berpotensi melumpuhkan bahkan mematikaniv.

Apa sajakah penyebab fibrilasi atrium itu?

Penyebab utama FA yang sering ditemukan antara lain adalah tekanan darah tinggi, cacat pada katup jantung, penyakit jantung rematik, dan diabetes. Faktor makanan dan gaya hidup seperti tekanan emosi dan fisik, serta konsumsi kafein, alkohol, atau obat-obatan yang dilarang secara berlebihan juga berkontribusi terhadap terbentuknya FAv.

Apa sajakah gejala-gejala fibrilasi atrium itu?

Salah satu gejala FA yang paling mudah dikenali adalah detak jantung yang tidak teratur. Gejala lain dari FA adalah jantung berdebar, sakit pada dada, sesak napas, kepala pening, dan kehilangan kesadaranvi. Namun banyak pengidap yang tidak menunjukkan gejala-gejala atau gejala non-spesifik yang tidak jelas.

Berapa orangkah di dunia ini yang mengidap fibrilasi atrium?

FA diidap oleh lebih dari enam juta orang di negara-negara Eropavii, lebih dari lima juta orang di Amerika Serikat.viii, hampir dua juta orang di Brasil dan Venezuela, bahkan hingga delapan juta orang di China, dan lebih dari 800.000 orang di Jepangix. Angka ini diperkirakan akan meningkat 2,5 kali lipat pada tahun 2050 disebabkan oleh angka penuaan usia penduduk, meningkatnya tingkat hidup orang yang memiliki kondisi yang memicu FA (misalnya serangan jantung) dan semakin meningkatnya orang yang mengidap FA itu sendiri.
Yang mengkhawatirkan, FA sering kali tidak terdeteksi secara dini dan tidak mendapatkan perawatan yang optimal. padahal FA bisa mengakibatkan serangan stroke serius, yang sebetulnya bisa dicegah.

Seberapa besar kemungkinan sesorang mengidap fibrilasi atrium?

Kemungkinan mengidap FA semakin meningkat seiring dengan bertambahnya umur. Setelah melewati umur 40 tahun, kemungkinan kita mengidap FA menjadi 1 berbanding 4i.
Pentingnya beban kesehatan masyarakat yang ditimbulkan oleh FA dapat dipahami lebih baik jika dibandingkan dengan risiko seumur hidup untuk kondisi utama lainnya. Sebagai contoh, risiko seorang wanita terkena kanker payudara setelah berumur 40 tahun adalah 1 berbanding 8ii dan risiko orang paruh baya mengidap demensia adalah 1 berbanding6iii.

Bagaimana pengaruh fibrilasi atrium terhadap hidup Anda?

Secara KASAT MATA, pengidap FA bisa terlihat SEHAT walaupun seringkali mereka sendiri mungkin merasa SANGAT TIDAK SEHAT. FA dapat berimbas pada banyak aspek kehidupan pengidapnya: - Mengakibatkan gangguan emosional dan kesehatan jiwa - Mengurangi kemandirian - Memengaruhi karier - Memengaruhi aspek keuangan pribadi - Memengaruhi aspek kehidupan sosial - Memengaruhi kemampuan berolahraga/beraktivitas - Memengaruhi kemampuan untuk bepergian - Memengaruhi hubungan - Pada beberapa kasus, serangan stroke seringkali mendahului diagnosis bahwa seseorang mengidap FA

Data statistik menurut kawasan

Fibrilasi Atrium (FA) terjadi hampir di seluruh dunia.
Di bawah adalah data statistik per kawasan dan menunjukkan bagaimana kondisi ini melanda berbagai macam aspek penduduk.

Asia-Pasifik
Negara-negara di kawasan Asia-Pasifik , jumlah penderita stroke masih tidak sebanding dengan jumlah total penduduk, angka ini meningkatnya seiring dengan bertambahnya harapan hidup. ii Data tahun 2004 untuk kawasan Asia-Pasifik menunjukkan bahwa jumlah penderita yang selamat dari serangan stroke kira-kira adalah 4,5 juta jiwa di kawasan Asia Tenggara dan 9,1 juta jiwa di kawasan Pasifik Barat.iii Pada tahun yang sama, jumlah orang yang terserang stroke untuk pertama kalinya adalah 5,1 juta jiwa, dan tersebar di seluruh kawasan ini. v

Eropa
FA menyerang lebih dari enam juta jiwa penduduk Eropa.i Prevalensi penderita stroke di Eropa diperkirakan telah mencapai angka 9,6 juta orang.v Diperkirakan telah terjadi sekitar 1,1 juta kasus serangan stroke baru di negara-negara Uni Eropa pada tahun 2000, dan diperkirakan sampai dengan tahun 2025, angka ini akan meningkat menjadi 1,5 juta kasus per tahunnya, seiring bertambahnya angka warga lanjut usia di Eropa.iv

Amerika Latin
Jutaan orang di Amerika Latin juga mengidap FA. Misalnya, di Brasil terdapat sekitar 1,5 juta orang pasien yang hidup dengan FA,v sementara di Venezuela, diperkirakan terdapat sekitar 230.000 orang yang mengidap FA. Angka-angka ini diperkirakan akan terus meningkat sampai tahun 2050.vi Dampak stroke diramalkan akan terus melonjak secara dramatis seiring dengan pertambahan golongan lansia, dan telah diperkirakan juga bahwa angka kematian karena serangan stroke di kawasan Amerika Latin akan melonjak menjadi tiga kali lipat pada tahun 2024.vii

i) Kannel WB, Benjamin EJ. Status of the epidemiology of atrial fibrillation. Med Clin North Am. 2008;92:17-40

ii) Atrial Fibrillation Fact Sheet, National Heart Blood and Lung Institute Diseases and Conditions Index, October 2009. http://www.nhlbi.nih.gov/health/dci/Diseases/af/af_what.html. Terakhir diakses Maret 2012

iii) NHS choices. Atrial fibrillation. Tersedia di http://www.nhs.uk/Conditions/Atrial-fibrillation/Pages/Complications.aspx. Terakhir diakses Maret 2012

iv) Atrial Fibrillation Preventing a Stroke Crisis. Tersedia di http://www.preventaf-strokecrisis.org/. Terakhir diakses Maret 2012

v) Royal College of Physicians. Atrial fibrillation. National clinical guideline for management in primary and secondary care. National Collaborating Centre for Chronic Conditions. Tersedia di http://www.nice.org.uk/nicemedia/pdf/cg036fullguideline.pdf. Terakhir diakses Maret 2012

vi) National Institute for Health and Clinical Excellence. Understanding NICE guidance: Atrial fibrillation. Tersedia di http://www.nice.org.uk/nicemedia/pdf/CG036publicinfo.pdf. Terakhir diakses Maret 2012

vii) Kannel WB, Benjamin EJ. Status of the epidemiology of atrial fibrillation. Med Clin North Am. 2008;92:17-40

viii) Miyasaka Y, Barnes ME, Gersh BJ, et al. Secular trends in incidence of atrial fibrillation in Olmsted County, Minnesota, 1980 to 2000, and implications on the projections for future prevalence. Circulation. 2006;114,(2)119-125

ix) Inoue H, Fujiki A, Origasa H, et al. Prevalence of atrial fibrillation in the general population of Japan: an analysis based on periodic health examination. Int.J.Cardiol. 2009;137,(2)102-107

xx) Lim SJ, Kim HJ, Nam CM et al. [Socioeconomic costs of stroke in Korea: estimated from the Korea national health insurance claims database]. J Prev Med Public Health 2009;42:251–60

Situs ini terakhir diperbarui pada 2013 Nov 22 16:21:46.

Situs ini diprakarsai oleh Bayer Healthcare. Isi situs ini dikembangkan secara mandiri oleh penyusun Piagam Pasien Fibrilasi Atrium Global, yang kegiatannya telah dikoordinasikan lewat sebuah sekretariat yang dibiayai oleh Bayer Healthcare. Bayer Healthcare telah memeriksa isi situs ini untuk memastikan akurasi dan pemenuhan atas Kode Etik.